Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 16:53 WIB

Potensi Sawit Masih Oke, DPR Kritik Keras BPDP-KS

Selasa, 26 November 2019 | 15:54 WIB
Potensi Sawit Masih Oke, DPR Kritik Keras BPDP-KS
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meski perekonomian dunia masih diselimuti ketidakpastian, permintaan minyak sawit dunia diprediksi naik. Demikian pula dalam negeri, seiring kebijakan mandatori biodiesel 30% alias B30.

Kabar baik ini disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (25/11/2019). "Kalau kita mengikuti ke dalam pasar global, tren konsumsi minyak nabati selalu meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya populasi dunia, serta income per kapita di beberapa negara khususnya negara berkembang," kata Joko.

Peningkatan konsumsi itu, lanjut proa yang hobi Wayang Kulit ini, harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Berdasarkan data dari Reuters, pertumbuhan produksi minyak nabati saat ini, masih lebih rendah dari demand (permintaan).

"Menurut data yang saya peroleh, produksi itu tumbuh hingga 34,5%. Sedangkan demand-nya tumbuh 35,9%. Hal ini menandakan bahwa demand minyak nabati sangat kuat di masa yang akan datang," ungkap Joko.

Melihat potensi permintaan yang kian meningkat, maka diperlukan adanya produksi yang lebih besar lagi. Hal ini pun tentu diyakini mampu menjadi peluang tersendiri bagi minyak sawit.

Sementara itu, jika mengacu kembali kepada tren dari permintaan pasar global maka penggunaan minyak nabati termasuk sawit yang selama ini didominasi untuk makanan (food). Belakangan ini juga tumbuh permintaan untuk penggunaan non makanan terutama untuk industri dan biofuel.

Sementara, Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi IV DPR, melontarkan kritik terhadap kinerja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) yang lambam dalam mendorong program peremajaan sawit (replanting) dan peningkatan SDM petani. "BPDP kerjanya apa? Jangan sebatas mungut saja. Perhatikan juga program strategis terkhusus 41% petani sawit," ujarnya.

Daniel mengusulkan kepada Komisi IV DPR untuk memanggil jajaran BPDP-KS terkait jebloknya kinerja. "Saya minta BPDP dipanggil segera ke Komisi IV," tegas Daniel. [ipe]


Komentar

x