Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 13:23 WIB

Pertamina Harus Siap Hadapi Tren Konsumen

Rabu, 27 November 2019 | 17:20 WIB
Pertamina Harus Siap Hadapi Tren Konsumen
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah praktisi meramalkan adanya perubahan tren bisnis energi di masa depan. Semuanya akan dikendalikan pola konsumsi sebagai akibat dari perilaku maupun jenis produk.

Hal ini terungkap dalam diskusi panel bertajuk Market Trends and Consumer Behaviour dalam ajang Pertamina Energy Forum (PEF) 2019 di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Disampaikan Jacky Mussry, Deputi Chief Executive Officer Markplus, ketika ia menilai bahwa sektor ekonomi sekarang berhadapan dengan tren pemasaran yang berpusat pada kepuasan konsumen atau Consumer Centric. Hal ini tidak hanya terjadi di sektor ekonomi, namun juga sektor lainnya.

Khusus sektor energi, Pertamina sebagai pelaku utama di sektor energi di Indonesia, dinilai telah sigap memainkan perannya bukan saja market driven (dikendalikan pasar), namun sudah market driving (mengendalikan pasar).

"Pertamina masih sangat kuat sebagai institusi untuk men-drive pasar, tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan baru. Saat ini merupakan momentum untuk itu, kalau lewat, enggak akan kembali lagi. Jadi Pertamina mempunyai kapabilitas bertransformasi, tapi tetap harus ada kompetensi," ujar Jacky

Head of Chimical Group BASF Indonesia, Fahrurrozi mengatakan, sektor minyak dan gas ke depan akan lebih menyokong industri petrokimia dibanding industri transportasi. Sejalan dengan perubahan penggunaan energi terbarukan dalam sektor transportasi.

Kata dia, tren industri petrokimia terus meningkat seiring proyeksi peningkatan penggunaan plastik konvensional pada 20-30 tahun ke depan. Seiring dengan peningkatan permintaan hasil industri petrokimia, permintaan bahan baku di sektor ini akan meningkat hingga 50%. "Permintaan minyak di sektor transportasi akan menurun, karena energi alternatif dan petrokimia akan meningkat. Jadi tidak perlu khawatir," kata Fahrurrozi.

Sementara, VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, pada prinsipnya Pertamina selalu memperhatikan kebutuhan pasar dan pelanggan.

Fajriyah menambahkan, Pertamina menangkap perubahan trend pasar dan prilaku konsumen ini dengan menjalankan sejumlah program digitalisasi di sejumlah lini bisnis. Mulai dari digitalisasi SPBU untuk kehandalan stok BBM, digitalisais di Kilang untuk meminimalisir unpredictive shutdown hingga loyalty program MyPertamina yang memberikan sejumlah benefit untuk konsumen.

"Kami terus melakukan peningkatan pelayanan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi konsumen. Karena bagaimanapun kepuasan konsumen merupakan salah satu kunci utama dalam kelangsungan bisnis kami" ujarnya.

Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN yang juga Wakil Komisaris Utama Pertamina, mengingatkan, Pertamina harus tetap menjalankan komitmen antara lain menjaga ketersediaan, terjangkau, dan keberlanjutan. "Energi harus terjangkau untuk semua orang di Indonesia," kata Budi. [ipe]

Komentar

x