Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 02:26 WIB

Inilah Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 28 November 2019 | 19:01 WIB
Inilah Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru
Menteri ESDM Arifin Tasrif - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM mengungkap, apabila Ibu Kota Negara jadi pindah ke Kalimantan Timur (Kaltim), maka daerah tersebut masih memerlukan tambahan listrik sebesar 884 Mega Watt (MW).

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, saat ini pasokan listrik Kalimantan Tengah sebesar 691 MW. Sedangkan kebutuhannya sebesar 1.555 MW. Dengan demikian kekurangannya sebesar 884 MW.

"Persiapan energi untuk pasokan Ibu kota baru kami sampaikan bahwa pasokan tambahan tenaga listrik yang harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik adalah sebesar 1.555 MW. sampai dengan tahun 2024," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Menurut dia, kebutuhan daya listrik itu berdasarkan perhitungan awal yang sudah dilakukan PLN. Termasuk adanya 1,5 juta penduduk yang pindah ke tempat tersebut.

Adapun konsumsi listrik per kapita disana saat ini sebesar 4.000 kWh dengan kebutuhan kebutuhan energi listrik 6000 GWh. Serta dengan susut 10%, faktor beban 63% serta produksk energi listrik 6600 GWh dengan beban puncak 1.196 MW dan reserve margin 30%.

Dalam data Kementerian ESDM, kondisi kelistrikan di sistem interkoneksi Kalimantan saat ini daya mampu netto 1.596 MW dengan Beban puncak 1.094 MW dan cadangan 474,2 MW atau 30%.

Kemudian beban listrik di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 15,89 MVA yang dipasok dari Gardu Induk (GI) Petung dengan kapasitas sebesar 90 MVA.

Beban listrik di Kabuipaten Kutai Kertanegara baru mencapai 117,54 MW yang dipasok dari GI Karang Joang, GI Manggarasari, GI Senipah dengan total GI sebesar 290 MVA.[jat]

Komentar

x