Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 09:04 WIB

Menko Luhut Disarankan Konsentrasi Garap Tol Laut

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 30 November 2019 | 02:09 WIB
Menko Luhut Disarankan Konsentrasi Garap Tol Laut
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tidak semua menteri Kabinet Indonesia Maju membuat kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi lebih baik. Sebab, masyarakat masih merasakan kesulitan ekonomi.

"Saya melihat wajar bila publik mulai merasa kondisi ekonomi makin sulit. Saya sangat menyayangkan sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju bukannya membantu Presiden Jokowi, namun justru menimbulkan masalah baru," kata direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Di mana, ekspor yang seharusnya menjadi pendongkrak perekonomian justru terhambat oleh kebijakan pemerintah. Antara lain terkait larangan ekspor biji nikel yang kini tengah dipersoalkan oleh Uni Eropa.

"Tentu itu sebuah kondisi yang tidak kita inginkan. Di tengah resesi global, sulitnya perekonomian, tak seharusnya Indonesia dipersulit lagi dengan konflik-konflik begitu," kata Ujang.

Adapun larangan ekspor biji nikel sebelumnya disampaikanMenko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan. Menurut dia, pelaku usaha pertambangan menduga ada kejanggalan dalam pelarangan itu.

"Saya tak mau berspekulasi soal dugaan kartel. Biarlah KPK yang turun tangan mengusutnya, untuk mengetahui apakah betul ada konflik kepentingan dan kepentingan pribadi yang bermain," katanya.

Kata dia, mustinya Luhut fokus pada tugasnya mewujudkan ide Presiden Jokowi tentang tol laut. Menurutnya, meski pemerintahan Presiden Jokowi sudah menginjak periode kedua, program tol laut seolah tak kunjung terealisasi.

"Luhut seharusnya berkonsentrasi bekerja mewujudkan tol laut yang dicanangkan Presiden Jokowi. Sudah hampir enam tahun pemerintahan (Jokowi) berjalan, namun faktanya tol laut itu 'maya' dan tak berwujud," katanya.

Ujang menambahkan, pada periode kedua masa jabatan Presiden Jokowi kali ini para menteri khususnya Luhut semestinya berusaha keras tidak menjadi penghambat program pemerintahan. Menurutnya, Luhut sebagai sosok penting seharusnya tidak menjadi beban bagi pemerintah.

"Adalah rahasia umum keberadaan Luhut di sekitar Istana menjadi alasan banyak kelompok kanan yang tak suka pemerintah. Kalau terus-menerus menjadi beban bagi pemerintahan, bagaimana mungkin ekonomi bisa membaik bila diserahkan pada sosok menteri seperti ini?" kata dia.[ipe]


Komentar

x