Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 13:23 WIB

Efek Domino Kilang Tuban, Pertamina Bilang Begini

Minggu, 1 Desember 2019 | 16:27 WIB
Efek Domino Kilang Tuban, Pertamina Bilang Begini
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan kilang Tuban memasuki tahap early work, atau yaitu pembersihan lahan sekitar 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 hektar (Ha).

Saat ini, dalam pembangunan tahap awal tersebut Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban. Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran Kilang Tuban, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari kilang sendiri dan tidak perlu impor.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menegaskan, pembangunan Kilang Tuban juga menyerap 35% tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja sebanyak 20.000 saat konstruksi dan 2.500 saat operasi.

Proyek ini, lanjutnya, menciptakan multiplier effect beragam. Terutama di daerah sekitar Tuban, termasuk peningkatan pendapatan negara dan daerah baik dari pajak dan juga penguatan devisa negara karena mengurangi ketergantungan impor crude dan produk.

Nicke menjelaskan, setelah mendapatkan penetapan lokasi, Pertamina bergerak cepat untuk menyelesaikan persiapan lahan termasuk menjalankan kesepakatan dengan pemerintah daerah dan masyarakat, di antaranya penyiapan tenaga kerja lokal.

"Pertamina pro aktif membangun kemampuan dan keahlian tenaga kerja lokal. Selain telah menyerap 271 pekerja lokal, saat ini Pertamina juga telah memberikan beasiswa kepada 21 orang lulusan terbaik SMA/SMK di wilayah sekitar untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu," ujar Nicke saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi proyek Grassroot Refinery (GRR) Kilang Tuban, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2019).

Nicke berharap, ke depan, para siswa tersebut bisa memiliki keahlian khusus (skilled) agar bisa bergabung di Proyek Kilang Tuban, baik menjadi tulang punggung pada saat pembangunan maupun operasional kilang nanti. Melalui hal tersebut, Pertamina sekaligus mematahkan stigma bahwa putra daerah yang direkrut ke sebuah industri adalah tenaga kerja non-skilled.

Kilang Tuban merupakan salah satu kilang tercanggih di dunia yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Selain itu, Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun.

"Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro5, yang sangat ramah dengan lingkungan," imbuh Nicke.

Untuk membangun megaproyek ini, tambah Nicke, Pertamina menginvestasikan sekitar USD 15-16 miliar yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 mendatang. Proyek ini menempati area seluas kurang lebih 900 hektar.

"Ini salah satu proyek prestisius dan sangat strategis dalam membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Dampaknya juga tentu akan sangat besar dirasakan masyarakat sekitar proyek, khususnya Tuban dan sekitarnya," pungkasnya.

Sementara itu, Budi mengaku senang saat meninjau lokasi proyek pembangunan kilang Tuban. Dia menegaskan proyek yang dibangun itu merupakan salah satu concern utama dari pemerintah.

"Saya luar biasa senang di sini, progres mega proyek yang akan dibangun pertamina. Saya diperintahkan Presiden mengawal proyek-proyek yang menjadi inisiatif pemerintah. Apalagi ini yang berkaitan dengan pembangunan kilang minyak, dan kita tahu kita membutuhkan kilang-kilang. Bayangkan ada 260 juta penduduk Indonesia membutuhkan BBM," kata Budi. [tar]

Komentar

x