Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 04:47 WIB

Impor Beras Ugal-ugalan, Info Rizal Ramli Dipuji

Rabu, 4 Desember 2019 | 02:09 WIB
Impor Beras Ugal-ugalan, Info Rizal Ramli Dipuji
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait rencana Perum Bulog membuang 20 ribu ton beras dengan alasan busuk, menuali banyak persepsi. Kebanyakan sih negatif. Menguatkan adanya importasi beras yang ugal-ugalan.

Di ranah media sosial yakni twitter, politisi Gerindra, Iwan Sulume menyoroti praktik impor beras yang ugal-ugalan dimulai dari cuitan politisi Partai Gerindra, Iwan Sumule. Dia menyoroti rencana pemusnahan 20 ribu ton beras milik Perum Bulog yang disebut busuk.

Penumpukan beras tersebut, menurut Iwan, terjadi karena impor beras besar-besaran, ketika petani sedang panen raya. Selanjutnya, politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon merespon hastag #TangkapEnggar. "Buka Twitter #TangkapEnggar jadi TT. Cari sebabnya ternyata 20 ribu ton beras akan dibuang Bulog karena," tulis Jansen di akun Twitter miliknya, @jansen_jsp.

Menurut Jansen, seharusnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera mengaudit impor beras yang dikerjakan oleh Kementerian Perdagangan. "Jangan-jangan benar tuduhan Bang @RamliRizal dulu, bahwa impor ini mengejar fee. Bukan karena kebutuhan. Buktinya sekarang busuk," demikian Jansen.

Buka twitter #TangkapEnggar jadi TT (Trending Topic). Cari sebabnya, ternyata 20 ribu ton beras akan dibuang BULOG krn busuk. Harusnya @bpkri segera audit impor beras di Kemendag ini. Jangan benar tuduhan bang @RamliRizal dulu, impor ini mengejar fee. Bukan karena kebutuhan. Buktinya skrg BUSUK! [ipe]

Komentar

x