Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 09:52 WIB

Empat Start-Up RI Mencoba Peruntungan di Swiss

Rabu, 4 Desember 2019 | 04:09 WIB
Empat Start-Up RI Mencoba Peruntungan di Swiss
Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad (tengah) - (Foto: Inilahcom/Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Bern - Empat start-up asal Indonesia yaitu Botika, Khaira Energy, Gradana, dan Svara Inovasi Indonesia, tengah menjajaki pasar Swiss untuk mengembangkan usaha dan membangun jejaring sekaligus mencari calon investor di Swiss.

Keempat start-up tersebut berhasil lolos seleksi Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang dipelopori oleh Zrich Hochschulen fr Angewandte Wissenschaften (ZHAW) atau Zurich University of Applied Science, di Zrich, Swiss.
Informasi saja, AETP merupakan program pertukaran start-up antara Indonesia dengan Swiss yang memungkinkan start-up dari Indonesia mendapatkan pelatihan teknis dari pihak penyelenggara program, serta berkesempatan untuk mempresentasikan model bisnis start-up kepada perusahaan dan calon investor.

Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad sangat mengapresiasi upaya kerja sama Indonesia dengan Swiss dimaksud, dan berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam membangun ekosistem pengembangan start-up nasional.

"Mohon agar kesempatan berada di Swiss ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun networking dan menambah pengalaman," pesan Muliaman kepada empat start-up Indonesia di Bern, Senin waktu setempat (2/12/2019).

Keempat CEO/Founder start-up dimaksud yaitu Ditto Anindito (Botika), Yulian Widodo (Khaira Energy), Angela Oetama (Gradana), serta M. Zhuhriansyah (Svara Inovasi Indonesia) akan memulai penjajakannya di Swiss pada 2-6 Desember 2019.
Selama program ini berlangsung, mereka akan diberikan pembekalan teknis, berinteraksi dengan pelaku start-up Swiss di incubator dan asosiasi start-up Swiss, serta bertemu dan berdiskusi dengan calon investor.

Strategi Swiss untuk mengembangkan start-up melalui kerja sama antara universitas dengan perusahaan swasta tentu dapat dipraktikkan di Indonesia. Pada kesempatan di Swiss, keempat start-up Indonesia tersebut juga melakukan kegiatan business matching dengan berbagai pihak yang terkait dengan model bisnis masing-masing. Keempat start-up dimaksud merupakan hasil seleksi dari puluhan start-up yang mengikuti program AETP di Indonesia.

Adapun empat start-up asal Swiss telah terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Jakarta, untuk menjajaki pasar Indonesia pada bulan Oktober 2019. Keempat start-up yang bergerak di bidang moda transportasi udara, periklanan, kesehatan, dan produk kimia tersebut telah dipertemukan dengan berbagai institusi terkemuka di Indonesia.[ipe]

Komentar

x