Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 20:46 WIB

Buntut Moge di Garuda, Erick Minta Karyawan Mundur

Rabu, 4 Desember 2019 | 14:15 WIB
Buntut Moge di Garuda, Erick Minta Karyawan Mundur
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir meminta karyawan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mundur jika dinyatakan bersalah atas terbongkarnya penyelundupan barang mewah di pesawat anyar Garuda Indonesia, Airbus A330-900.

"Sebelum ketahuan lebih baik mengundurkan diri. Nah, itu kita seperti Samurai Jepang. Tapi kalau memang bersalah ya. Kita juga musti ada praduga tak bersalah tapi kalau memang bersalah ya kami copot lah," ujar Erick di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dalam kasus itu, ia menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. "Biarkan petugas Bea dan Cukai melihat, apakah ada kasus-kasusnya yang benar-benar seperti yang dilakukan, jika benar ya harus dicopot," ucap Erick.

Sebelumnya, Garuda menyampaikan bahwa salah satu pegawai yang kedapatan membawa onderdil seri terbatas (limited edition) motor gede (moge) yakni Harley Davidson dan sepeda Brompton, telah melakukan self declare, atau pernyataan tentang dokumen impor.

"Saya sampaikan bahwa ada 'sparepart' yang dibawa karyawan. Dari barang yang dibawa itu, karyawan sudah melakukan 'self declare' ke Bea Cukai," ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Ia mengemukakan, Garuda menerbangkan pesawat baru, yakni Airbus A330-900 yang bertolak dari Toulouse, Prancis, pada Sabtu 16 November 2019 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Minggu, 17 November siang. Pesawat itu mendarat di hanggar nomor 4 milik Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia.

"Jadi ketika pesawat tiba, petugas Bea Cukai dan Imigrasi sudah hadir di situ karena GMF ini bukan kawasan eksklusif. Jadi dia memang mengacu pada pabean internasional," katanya.

Ikhsan menegaskan pihaknya siap menaati dan memenuhi semua peraturan yang berlaku terkait pegawai yang membawa barang yang diberlakukan khusus. "Dalam kaitan itu, petugas yang on board di pesawat akan mengikuti aturan dari Bea Cukai. Akan memenuhi kalau harus membayar bea masuk dari pajak akan dibayarkan, kalau harus melakukan re-ekspor karena tidak boleh masuk maka akan dilakukan," katanya. [tar]

Komentar

x