Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 10:25 WIB

PANN Bermasalah Sejak 1994 Diguyur PMN Rp18,7 T

Kamis, 5 Desember 2019 | 04:09 WIB
PANN Bermasalah Sejak 1994 Diguyur PMN Rp18,7 T
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pekan lalu, nama PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero/PANN) kondang. Lantaran, BUMN yang diguyur Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp18,7 triliun itu, tak dikenal orang.

Bahkan selevel Menteri Keuangan Sri Mulyani pun tak tahu. Bagaimana dengan Menteri BUMN Erick Thohir? Ditanya PT PANN, Erick menerangkan bahwa BUMN ini sudah bermasalah sejak 1994. Intinya, BUMN yang berdiri sejak 1974 ini, bisnisnya boleh dibilang off side. ""Direksinya baru, namun ada problem sejak 1994 ketika me-leasing pesawat terbang yang jumlahnya 10 unit. Sangat tidak fair kalau saya sebagai menteri, langsung menyalahkan direksi," ungkapnya di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

"Akan tetapi, ini adalah bagian BUMN terlalu banyak dan tidak kembali ke core bisnis. Padahal PT PANN itu awal didirikan untuk leasing kapal laut. Bukan kapal udara. Nanti ada kapal-kapal yang lain, kapal-kapalan," imbuh Erick.

Dia mengatakan, BUMN seperti PT PANN lah yang harus diperbaiki. Skemanya pun macam-macam bisa merger maupun ditutup. "Inilah yang harus diperbaiki core bisnisnya, inilah harus di-merger atau ditutup tidak bisa berdiri sendiri terlalu banyak," ujarnya.

Terlebih, kata dia, pemerintah punya misi menciptakan lapangan kerja. Sementara, BUMN ini punya anak usaha yang 'menggemukkan diri' dan diisi oleh para oknum. Itu belum lagi perusahaan ini diisi oleh orang-orang tua pensiunan.

"Apalagi, visi presiden yang bicara cipta lapangan kerja, ternyata BUMN ini punya anak hanya menggemukkan diri dan diisi cuma kroni-kroni oknum bahkan orang-orang, mohon maaf saya bukan anti orang tua, saya sangat apresiasi, tapi kalau diisi pensiunan sedangkan 58% penduduk Indonesia di bawah 35 (tahun) berarti kan tidak membuka lapangan kerja," tutupnya. [ipe]

Komentar

x