Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 22:04 WIB

Ini Nasib Harley yang Diselundupkan Lewat Garuda

Jumat, 6 Desember 2019 | 18:09 WIB
Ini Nasib Harley yang Diselundupkan Lewat Garuda
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menunggu keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menentukan tindak lanjut terhadap sepeda motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton seharga Rp52 juta per unit yang diselundupkan melalui pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata menjelaskan pihaknya bisa melelang barang sitaan tersebut jika sudah ada keputusan dari DJBC.

Lelang juga bisa dilakukan jika onderdil motor seharga ratusan juta rupiah tersebut dan sepeda Brompton dinyatakan sah secara hukum bisa diperjualbelikan di Indonesia.

"Itu sitaan Bea Cukai. Akan ada ketetapan dari Bea Cukai ini seperti apa. (Kalau) disita, dirampas, berarti ditetapkan menjadi milik negara," kata Isa di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Menurut Isa, Ditjen Bea Cukai sedang memproses secara formal barang selundupan tersebut.

"Saya rasa sedang menunggu proses. Saya rasa ada proses kan pasti, bukan sekedar ada berita acara. Saya nggak tahu proses kepabeanan. Tapi yakin saya itu ada proses formal sampai disita, dirampas dan sebagainya," ujar Isa.

Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan pemrosesan barang sitaan dari skandal penyelundupan yang melibatkan maskapai Garuda Indonesia itu kini seluruhnya masih berada di DJBC. DJKN siap mengeksekusi lelang kendaraan selundupan tersebut jika status sudah ditetapkan DJBC.

"Ini benar-benar baru kan kasusnya. Nanti jika DJBC putuskan sesuai dengan ketentuan nya. Kalau mau dilelang ke kami lelangnya. Eksekusi di kami tapi keputusannya ada di DJBC," ujar Tri Wahyuningsih.

Sebelumnya, Kemenkeu dan Kementerian BUMN mengungkap kasus penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton yang melibatkan petinggi Garuda Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir pada Kamis (5/12) telah memecat Ari Askhara dari jabatan Dirut Garuda kemarin.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, barang selundupan Harley Davidson tahun 1972 tersebut berharga Rp800 juta. Adapun untuk sepeda Brompton diperkirakan seharga Rp50 juta hingga Rp60 juta per unit. Dengan demikian, menurut Sri Mulyani, potensi kerugian negara akibat penyelundupan itu sebesar Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar.[tar]

Komentar

x