Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 21:08 WIB

Bulog Buang Beras 20 Ribu Ton, Enggar Disorot Lagi

Senin, 9 Desember 2019 | 21:30 WIB
Bulog Buang Beras 20 Ribu Ton, Enggar Disorot Lagi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rencana Perum Bulog membuang 20 ribu ton beras yang mengalami penurunan kualitas, diduga kuat pemberian izin impor yang ugal-ugalan. Bisa jadi ada pihak-pihak yang mengeruk keuntungan dari kebijakan tersebut.

Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Himah, Perisai, Ipti dan Generasi Muda Khonghucu Indonesia (Gemaku) mendesak KPK memeriksa mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait derasnya importasi beras yang berdampak kepada menurunnya kualitas beras. Alhasil, berqs bernilai miliaran rupiah harus dibuang lantaran tak laik konsumsi.

Dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 2,3 juta ton, sebanyak 20 ribu ton mengalami busuk. Kalau diasumsikan harga per kilogram Rp8 ribu, nilai totalnya mencapai Rp160 miliar.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Political Review, Ujang Komarudin, menyatakan, apabila memang ada cukup bukti tentang keterlibatan mantan Mendag Enggar, memungkinkan KPK masuk. "Bisa masuk ranah hukum jika ada bukti yang kuat telah terjadi korupsi," ujar Ujang.

Ke depan, kata dia, carut marut beras harus disudahi. Sinergi antar lembaga, khususnya Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian serta Perum Bulog, harus lebih handal. Kalau itu terjadi, tidak ada beras yang dibuang lantaran kualitasnya menurun.

"Jangan sampai terulang pemubadziran, sehingga Bulog terkena imbasnya yaitu memusnahkan beras 20 ribu ton. Padahal, di saat yang sama, rakyat Indonesia banyak yang tidak mampu beli beras," paparnya. [ipe]

Komentar

x