Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 11:31 WIB

Sapu Bersih Garuda, DPR Dukung Tendangan Erick

Selasa, 10 Desember 2019 | 13:15 WIB
Sapu Bersih Garuda, DPR Dukung Tendangan Erick
Anggota Komisi XI DPR asal Partai Golkar, Muhidin M Said - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir 'membersihkan' PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menuai dukungan kalangan pasar. Pelan tapi pasti, saham maskapai penerbangan pelat merah itu, mulai naik.

Anggota Komisi XI DPR asal Partai Golkar, Muhidin M Said tak malu-malu memberikan apresiasi terhadap kinerja sang menteri, Erick Thohir. "Kita tahu dan merasakan, Garuda mengalami penurunan. Baik dari tata kelola, performance korporasi, hingga kualitas layanannya. Sebagai BUMN, Garuda memang perlu dibersihkan," papar mantan Anggota Komisi V DPR itu di Jakarta, Selasa (10/11/2019).

Sebagai pengguna setia Garuda, politisi senior dari Golkar ini, merasa adanya penurunan kualitas Garuda pasca Emirsyah Satar. Dia bahkan kaget dengan terkuaknya rekaysa laporan keuangan Garuda. "Sebagai perusahaan publik, bagaimana mungkin senekat itu. Belum lagi mahalnya tiket Garuda. masak, harga tiket untuk rute dalam negeri lebih mahal ketimbang ke luar negeri. Bukan tidak mungkin ada kartel atau mafia tiket," ungkapnya.

Selanjutnya, Muhidin mendukung aksi bersih-bersih Menteri Erick demi optimalisasi BUMN. Di mana, peran BUMN sebagai agen pembangunan haruslah bisa berjalan efektif dan optimal. "Saya kira, langkah Pak Erick untuk memperbaiki BUMN kita, layak didukung. Memang mengherankan, jumlah BUMN kita ratusan namun yang memberi kontribusi signifikan terhadap negara hanya puluhan," ungkap Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.

Pasca pencopotan Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara yang diduga kuat menyelundupan Motor Gede Harley Davidson dan Sepeda Brompton, saham Garuda menang sempat turun. Setelah itu berangsur-angsur pulih bahwa bersiap lepas landas alias take off.

Sesi awal perdagangan Selasa (10/12/2019), saham Garuda yang berkode GIAA, sekita pukul 09.35 melesat 5% menjadi Rp525 per lembar. Ternyata sepaqk terjang Bos Mahaka Group direspons positif oleh pasar. "Kita tunggu saja gebrakan Pak Erick di BUMN lainnya," pungkas Muhidin. [ipe]

Komentar

x