Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 20:51 WIB

Sengkarut Garuda, Rizal Pernah Lapor ke Jokowi

Rabu, 11 Desember 2019 | 17:54 WIB
Sengkarut Garuda, Rizal Pernah Lapor ke Jokowi
ekonom senior DR Rizal Ramli - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait banyaknya masalah di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sudah pernah disampaikan ekonom senior DR Rizal Ramli kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tepatnya sebelum Rizal dilantik sebagai Menko Kemaritiman.

Pernyataan Rizal disampaikan saat menjadi salah satu nara sumber dalam acara Talk Show kondang di stasiun televisi nasional, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Dua minggu sebelum dilantik Menko Kemaritiman, saya sempat memaparkan masalah serius Garuda kepada Presiden Jokowi. Mas, ini Garuda masalah lagi. Utangnya gede, permainan pembelian pesawat mark up lagi. Saya enggak mau setelah masuk harus benerin masalah ini lagi. Mohon diambil tindakan," kata Rizal.

Feeling Bang RR, sapaan akrabnya, ternyata tak meleset. Niat Garuda memborong pesawat Airbus terus bergulir. Dirinya pun tak tahan, rencana itu langsung dipatahkan. Ya, Garuda kepincut membeli pesawat Airbus jenis long haul guna menerbangi Amerika dan Eropa.

"Saya sampaikan, Garuda sebaiknya fokus Asia dulu. Saya yakin, maskapai dari Jepang dan Australia kalah bersaing dengan Garuda. Kalau log haul, singapura saja kalah dengan Emirates yang kantongnya tebal. Mereka bisa cut cost," ungkap mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Awal 2019, Rizal mengaku kaget lataran Garuda mengumumkan keuntungan Rp11,3 miliar. Dirinya bahkan sempat memberikan selamat kepada direksi. Tak berapa lama terkuak, laporan keuangan tersebut palsu alias rekayasa.

"Keuntungan 10 tahun ke depan dari penyewaan wifi senilai 240 juta dolar atau nyaris Rp3 triliun dibukukan hari ini juga. Seolah-olah sudah untung. Jelas rekayasa keuangan yang vulgar ini, kriminal. Karena Garuda perusahaan publik, memberikan informasi kepada investor yang ternyata abal-abal," ungkapnya.

Sayangnya, kata Rizal, pasca terungkapnya rekayasa keuangan laporan keuangan, direksi Garuda aman-aman saja. Anehnya lagi, banyak pengamat atau pakar yang membela Garuda. "Anehnya, para ahli kalengan. Salah satunya marketing jagoan yang menyamar sebagai ahli keuangan dan akuntan menyebut wajar dan tidak ada masalah. Ini bikin saya sedih betul. Indonesia adalah bangsa besar, banyak orang pinter dan hebat. Saat itu, saya usulkan direksi dipecat namun dilawan pakar kalengan. Ternyata direksi malah dilindungi ibu Rini, menteri BUMN," paparnya.

Selanjutnya, Rizal mengapresiasi keberanian Menteri BUMN Erick Thohir. Namun, sebagai bos besar BUMN, tantangan Erick masih cukup berat. "Saya salut karena berani mengambil langkah tegas. Dia kirimkan pesan melalui gebrakannya. Jangan main-main. Saat ini, aset BUMN Rp8 ribu. Ada kontribusi saya pada 2000 dan 2015 melalui reavaluasi aset Rp1.000 triliun," ungkapnya.

Salah satu tantangan berat di BUMN, lanjutnya, return on equity BUMN hanya 5%. Kalau BUMN bubar hari ini, dana Rp8 ribu triliun disimpan di bank, bunganya bisa 8% bahkan kalau nego bisa naik higngga 10%.

"Jadi, direksi BUMN ngapain saja selama ini? PTPN rugi Rp50 triliun, Krakatau Steel rugi Rp38 triliun, BUMN karya utang dibanding EBITDA-nya 8 hingga 9 kali. Kalau swasta 4 kali saja sudah ketar-ketir," pungkasnya. [ipe]

Komentar

x