Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 12:36 WIB

Ini Sederet Penghematan yang Dilakukan Pertamina

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 12 Desember 2019 | 19:03 WIB
Ini Sederet Penghematan yang Dilakukan Pertamina
Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi G. Sadikin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi G. Sadikin mengungkapkan, selama ini banyak upaya yang susah dilakukan PT Pertamina (Persero) untuk melakukan penghematan.

Menurut Budi, upaya yang sudah dilakukan oleh Pertamina adalah tidak lagi melakukan impor solar dan avtur. Sebab, kilang dalam negeri sudah mampu memproduksi dua BBM jenis itu. Kata Budi, penghematan itu tentu menekan defisit neraca dagang akibat impor Migas.

"Sejak Mei pertamina gak impor solar. Sejak april, pertamina gak impor avtur lagi. Avtur dan diesel ga impor lagi. Karena klang udah bisa produksi. Ekspor avtur bulan Juni," kata Budi di Kementerian BUMN, Kamis (12/12/2019).

Selain itu, Pertamina juga melakukan program B.30. Hal ini yang menjadi salah satu cara perusahaan untuk bisa menekan impor solar selain memproduksi dalam negeri. "Ketiga, soal B.30. Artinya produksi bisa 130 persen," ujar Budi.

Dari proyek yang terbaru kata Budi, penyelesaian akuisisi kilang Turban Petro oleh pertamina juga bisa membuat pertamina menambah kapasitas kilang terpasang.

Budi menjelaskan dengan mengakuisisi kilang Tuban Petro maka perusahaan bisa mempunyai kilang yang siap untuk berproduksi.

"Untuk mengurangi impor, pertamina sudah menyelesaikan puluhan tahun dengan TPI dan TPPI. Pertamina biar punya kilang langsung jadi," ujar Budi.

Berkaca pada kondisi keuangan tahun lalu, Budi juga memastikan bahwa perusahaan mempunyai kondisi keuangan yang cukup baik untuk tetap melakukan investasi. Budi menjelaskan pada tahun lalu, EBTIDA perusahaan mencatatkan nilai 9 miliar dolar atau Rp126 triliun.

"Keuangan Petramina bagus. Tahun lalu 9 miliar dolar EBTIDAnya. Itu besar sekali. Freeport aja 4 miliar dolar. Kemampuan keuangan gak ada masalah untuk investasi," ujar Budi.

Budi juga menjelaskan bahwa salah satu pemasok deviden yang besar ke negara adalah Pertamina. "Jadi, kalau ditanya, deviden Pertamina berapa, ya salah satu kasir paling besar dari BUMN. Keuangan gak ada masalah," kata dia.[jat]

Komentar

x