Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 11:50 WIB

Gerus Impor, Pertamina Gandeng ITB & Pupuk Kujang

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 13 Desember 2019 | 06:09 WIB
Gerus Impor, Pertamina Gandeng ITB & Pupuk Kujang
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melakukan Joint Venture Framework Agreement dengan PT Pupuk Kujang dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengembangan pabrik katalis.

Melalui kerja sama ini, diharapkan angka impor katalis ke Indonesia bisa menurun. Penandatanganan kerja sama pengembangan pabrik katalis tersebut dilakukan oleh Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan, Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kujang Hanggara Patrianta dan Wakil Rektor ITB Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pengembangan ITB Wawan Gunawan A Kadir.

Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (10/12/2019) ini juga disaksikan Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi.

Heru mengatakan, hingga kini Indonesia masih mengimpor katalis untuk industri di dalam negeri dengan nilai hingga US$500 juta per tahun. Dengan adanya pengembangan pabrik tersebut, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor katalis.

"Katalis menjadi sebuah inovasi yang sangat bermanfaat bagi industri migas Indonesia, mengingat saat ini kebutuhan katalis harus diimpor hingga mencapai US$500 juta per tahun. Oleh karena itu, Pertamina sangat mendukung pengembangan pabrik katalis dalam skala industri. Adanya pabrik tersebut nantinya dapat menekan impor katalis tersebut," ujar Heru dalam rilis di Jakarta, kamis (12/12/2019).

Katalis sendiri merupakan suatu zat untuk mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu yang digunakan dalam proses pengolahan produk migas. Heru mengatakan, dengan memiliki pabrik katalis sendiri Indonesia bisa mandiri dalam bidang teknologi proses dan menciptakan ketahanan energi, salah satunya melalui pengembangan energi terbarukan melalui minyak kelapa sawit.

Heru mengatakan, saat ini, Pertamina bersama Institut Teknologi Bandung telah mengembangkan katalis HS dengan kualitas yang sangat baik. "Kilang kan mempunyai risiko yang sangat tinggi dan kompleks. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan katalis dengan kualitas tinggi agar tidak mengganggu proses kerja kilang tersebut. Katalis HS mempunyai kualitas tersebut," imbuh Heru.

Dukungan pengembangan pabrik katalis ini juga melibatkan PT Pupuk Kujang. Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kujang Hanggara Patrianta mengatakan, pihaknya akan menyediakan lahan untuk rencana pengembangan pabrik katalis tersebut.

"Kami menyediakan lahan sebesar 2 hektare dan beberapa infrastruktur yang dapat digunakan untuk proses tahap awal pengembangan pabrik katalis tersebut," kata Hanggara. [ipe]

Komentar

x