Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 03:27 WIB

SigmaPhi: 2020, Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat

Jumat, 13 Desember 2019 | 07:21 WIB
SigmaPhi: 2020, Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-- SigmaPhi Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,04 persen pada tahun 2019, namun mengalami pelambatan pada tahun 2020 menjadi 5,03 persen.

Turunnya level ini tidak lepas dari pengaruh dinamika geopolitik global dan perang dagang beberapa tahun terakhir yang memicu ketidakpastian ekonomi.

Hal ini disampaikan Direktur SigmaPhi Muhammad Islam pada diskusi "Economic and Political Outlook 2020" di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Meskipun demikian, ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh dengan baik karena selama ini struktur ekonomi Indonesia masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang tidak terlalu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang sedang lesu.

Sigmaphi juga melihat bahwa kondisi politik tahun depan relatif stabil dibandingkan 2018 ataupun pada periode awal 2019 ini.

Islam menjelaskan faktor yang akan menjadi penentu pertumbuhan tahun 2020 yaitu investasi.

"Apakah kebijakan Omnibus Law yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lancar sehingga mendorongi nvestasi atau justru prosesnya berjalan lambat sehingga membuat investor cenderung menunda investasi hingga ada kepastian," ujarnya.

Islam menambahkan, di tengah perlambatan ekonomi saat ini, pemerintah dituntut menerapkan kebijakan yang lebih berorientasi pada perbaikan daya beli masyarakat, serta menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu caranya dengan memberikan fokus perhatian kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

Hasil simulasi yang dilakukan SigmaPhi, kata Islam, menunjukkan jika pemerintah mampu mendorong tujuh persen UMKM untuk naik kelas, maka potensi pertumbuhan ekonom mencapai 5,6 persen. Bahkan, jika pemerintah mampu mendorong 10 persen UMKM untuk naik kelas, maka potensi pertumbuhan ekonomi dapat mencapai lebih sembilan persen.

Pada diskusi tersebut SigmaPhi mengingatkan bahwa yang juga perlu diperhatikan adalah kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan serta tarif cukai rokok yang berlaku awal tahun 2020 yang akan datang dapat memberikan tekanan terhadap inflasi sehingga inflasi diperkirakan lebih tinggi daripada tahun ini meskipun masih dalam target yang ditetapkan pemerintah. [lat]


Komentar

x