Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 02:54 WIB

Bea Cukai

Isuzu Traga Ekspor Perdana dengan Fasilitas KITE

Jumat, 13 Desember 2019 | 17:34 WIB
Isuzu Traga Ekspor Perdana dengan Fasilitas KITE
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Karawang - Bea Cukai dalam menjalankan fungsinya sebagai trade facilitator dan industrial assistance terus memberikan kemudahan berusaha kepada pelaku industri untuk mendorong peningkatan investasi dan ekspor.

Direktorat Fasilitas Kepabeanan bersama dengan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat ikut kegiatan pelepasan ekspor perdana pada salah satu pioneer dalam bidang otomotif di Indonesia yang telah mendapatkan fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Pelepasan ekspor perdana dari produk unggulan terbaru PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Isuzu Traga, dilaksanakan di pabrik Isuzu Karawang Plant di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis (12/12/2019) langsung oleh Presiden Joko Widodo. Peresmian ini turut dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Gubernur Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Senior Executive Officer Isuzu Motors Ltd, dan Presiden Direktur PT Astra International.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat mengungkapkan, ekspor Isuzu Traga telah mendapatkan Fasilitas KITE dari Bea dan Cukai yang merupakan salah satu fasilitas untuk mendukung ekspor industry manufaktur. "Berupa pembebasan Bea masuk dan PPn dan/atau PPnBM Impor tidak dipungut untuk impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor," ungkap Syarif.

Sebelumnya, PT Isuzu Astra Motor Indonesia telah mendapatkan Fasilitas KITE dari Bea Cukai melalui Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat pada Oktober 2019 dan telah melakukan impor bahan baku untuk memproduksi Isuzu Traga. Dari impor tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia mendapatkan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN impor yang tentunya sangat membantu, terutama dalam cash flow perusahaan.

Pada 2015, PT Isuzu Astra Motor Indonesia memindahkan pabrik yang sebelumnya berada di Pondok Ungu, Bekasi ke pabrik baru di Kawasan Suryacipta City of Industry di Karawang. Pabrik Isuzu Karawang Plant memiliki luas lahan 30 hektar dengan kapasitas regular 52.000 unit per tahun dan dapat dioptimalkan hingga menjadi 80.000 unit per tahun.

Pendirian perusahaan ini memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang. Dengan penanaman investasi senilai Rp2 triliun, perusahaan berhasil menyerap hampir 1.000 tenaga kerja terampil dari Karawang dan sekitarnya. Selain itu, perusahaan memberikan penambahan devisa yang tidak kalah besar senilai Rp400 miliar per tahunnya kepada negara, dengan perkiraan akan memberikan sumbangan kepada negara senilai Rp5 miliar per tahun dari segi PPh 22.

Filipina adalah negara tujuan pertama dari ekspor Isuzu Traga dengan rencana total 6.000 unit hingga akhir tahun 2020 dan akan memberikan kontribusi pada devisa Negara diestimasikan mencapai US$66.000.000 per tahun. Pada tiga tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga hingga lebih dari 20 negara, tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.

"Ekspor dari Isuzu Traga ini tidak hanya berdampak pada lingkaran internal dari Isuzu Indonesia sendiri, melainkan juga pada lingkaran eksternal bisnis Isuzu. Kegiatan ekspor membutuhkan penambahan supplier hingga total supplier yang terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga USD 9.000.000 per tahun, serta penambahan omset untuk perusahaan logistik dapat mencapai USD 300.000 per tahun," tambah Syarif. [*]

Komentar

x