Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 15:46 WIB

Pak Jokowi, Setoran Pajak 2019 Dijamin Gatot Tuh

Minggu, 15 Desember 2019 | 04:09 WIB
Pak Jokowi, Setoran Pajak 2019 Dijamin Gatot Tuh
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Riset Perpajakan DDTC memprediksi, realisasi penerimaan pajak hingga akhir tahun hanya 86,3%-88,6% dari target APBN 2019 sebesar RpRp1.577,6 triliun. Naga-naganya bakal gagal total alias gatot nih.

Ekonom Fiskal DDTC Fiscal Research, Denny Vissaro mengatakan, pihaknya memiliki tiga angka proyeksi terhadap penerimaan negara dari pajak. Yakni sebesar Rp1.361 triliun atau 86,3%, dan Rp1.398 triliun atau 88,6% dari target APBN 2019

"Dua angka pertama ini adalah range dengan anggapan bahwa berkaca dengan kinerja sistem pajak dari tahun lalu. Kami punya range dari proyeksi optimis dan juga pesimis," kata Denny di Kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Denny menuturkan, kedua angka tersebut masuk dalam proyeksi skala optimis, sedangkan untuk pesimis ada di kisaran Rp1.318 triliun atau 83,5% terhadap target APBN 2019 dengan shortfall sekitar Rp259 triliun.

Ia menjelaskan, proyeksi pesimis itu dilandasi oleh perhitungan kinerja penerimaan pajak hingga kuartal III-2019 yaitu tercatat baru mencapai Rp1.018,47 triliun, atau 64,5% dari target. "Kami juga mengaitkan dengan relevansi proses yang sedang on going sepanjang 2019," ujarnya.

Ia melanjutkan, dari sisi kinerja penerimaan pajak juga melemah yaitu tax buoyancy atau elastisitas penerimaan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi menurun dengan hanya 0,03 pada kuartal III-2019 atau lebih rendah dibandingkan kuartal sama pada 2018 yakni 1,6. "Kuartal II-2019 tax bouyancy 0,49 dan kuartal III-2019 ternyata mengalami pelemahan lagi tax buoyancy kita hanya 0,03 dibanding sebelumnya 1,6," katanya.

Tak hanya itu, terkait rasio pajak menurut Denny seharusnya pemerintah berpeluang untuk mendorong hingga mencapai sekitar 11 persen sampai 12%, namun ternyata pada kuartal III-2019 kembali turun di bawah 10%, yaitu 9,72%. "Ketika perdagangan dan harga komoditas turun, sayangnya kita tidak antisipasi cepat karena kita ada Pemilu di awal tahun. Barulah di semester kedua direspons ketika pemerintahan baru terbentuk," katanya.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat hingga akhir November penerimaan pajak baru mencapai Rp1.136 triliun atau 72 persen dari target APBN 2019 yaitu Rp1.577,6 triliun yang berarti masih kurang sekitar Rp441 triliun. [tar]

Komentar

x