Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 02:50 WIB

BI: Utang Luar Negeri Naik 11,9% Didominasi SBN

Senin, 16 Desember 2019 | 16:18 WIB
BI: Utang Luar Negeri Naik 11,9% Didominasi SBN
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2019 meningkat 11,9% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$400,6 miliar, atau setara Rp5.611 triliun (kurs tengah Bank Indonesia Rp14.008.US$).

Bank Indonesia dapam statitistik ULN di Jakarta, Senin, menyebutkan terjadi peningkatan pada Oktober 2019 jika dibandingkan September 2019 yang tumbuh 10,4 persen (yoy).

"Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh transaksi penarikan netto ULN dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS," tulis Bank Sentral.

ULN Indonesia per Oktober 2019 ini terdiri atas US$202,0 miliar dari utang pemerintah dan Bank Sentral, dan US$198,6 miliar dari ULN sektor swasta yang juga termasuk ULN untuk BUMN.

BI mencatat pertumbuhan ULN yang meningkat ini juga dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah, di tengah perlambatan ULN swasta.

Adapun jumlah ULN pemerintah pada akhir Oktober 2019 tercatat sebesar US$199,2 miliar, atau tumbuh 13,6% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya.

Pertumbuhan ULN terutama dipengaruhi oleh peningkatan arus masuk netto asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan surat utang global pada Oktober 2019.

Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19 persen dari total ULN pemerintah), konstruksi (16,5%), jasa pendidikan (16,1%), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,3%), serta jasa keuangan dan asuransi (13,4%).

Sedangkan jumlah ULN swasta pada akhir Oktober 2019 tumbuh 10,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2019 yang sebesar 10,7% (yoy).

Perkembangan ini disebabkan oleh pertumbuhan ULN lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) yang melambat.

"Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6 persen," tulis BI.

BI mengklaim struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Oktober 2019 sebesar 35,8%, membaik dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,4% dari total ULN. [tar]

Komentar

x