Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 16:59 WIB

SMI Siap Bantu Penanganan Banjir Jabodetabek

Kamis, 2 Januari 2020 | 14:09 WIB
SMI Siap Bantu Penanganan Banjir Jabodetabek
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI), mengatakan, pemerintah terus memantau segala macam kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan banjir di wilayah Jabodetabek.

"Kami terus memonitor bagaimana BNPB dari sisi penanggulangan dan kebutuhan logistiknya. Kemensos juga dari sisi support serta pemda," ujar Menkeu yang akrab dipanggil Ani itu usai pembukaan perdagangan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Menurut Sri Mulyani, bencana alam seperti banjir memang dapat menyebabkan kerugian yang besar baik dari sisi materiil maupun jiwa. Oleh karena itu, pemerintah berupaya kerugian-kerugian akibat bencana tersebut dapat diminimalkan.

"Kalau kita bangun infrastruktur dan rusak karena bencana alam yang tidak bisa dihindari, inilah yang merupakan salah satu PR untuk betul menjaga risiko dari berbagai apakah itu perumahan, fasilitas umum, infrastruktur, agar mereka mampu antisipasi pola bencana alam yang telah menyebabkan dampak besar," kata Sri Mulyani.

Hujan memang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020) siang dengan intensitas tinggi sehingga banjir pun melanda warga di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan tentang akan adanya hujan deras di seluruh wilayah Jabodetabek, bahkan kemungkinan akan terjadi banjir pada bulan Februari dan Maret 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan tiga hal yang harus dikerjakan untuk mengatasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) di awal 2020.

Pertama, dalam urusan banjir, yang paling penting ini adalah yang berkaitan dengan keselamatan warga dinomorsatukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas semuanya harus segera bergerak bersama-sama.

Kedua adalah terkait dengan normalisasi fasilitas umum mengingat banjir sudah masuk ke Bandara Halim, Tol Cikampek, juga di beberapa objek vital. Yang terakhir adalah kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengatasi banjir. [tar]

Komentar

x