Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 15:34 WIB

Erick Thohir Ngaku Ogah Bongkar Pasang Bos BUMN

Jumat, 10 Januari 2020 | 14:50 WIB
Erick Thohir Ngaku Ogah Bongkar Pasang Bos BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan, tidak akan ada perusahaan pelat merah atau BUMN yang stabil, jika sering terjadi pergantian pengurus. Baik itu komisaris ataupun direksi setiap tahunnya.

"Mana ada kestabilan dalam suatu perusahaan, kalau sering terjadi pergantian kepemimpinan setiap tahun," ujar Erick di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Erick mengatakan, dirinya menginginkan semua perusahaan BUMN baik 15 BUMN besar, maupun BUMN-BUMN lain, jangan sampai berganti-ganti dewan direksi dan komisarisnya. "Jika bisa para pengurus BUMN yang ada menyelesaikan masa tugasnya sebagai pemimpin," kata Erick.

Namun, menurut bos Mahaka Grup ini, kalau pengelola BUMN tidak selesai sesuai masa tugas, artinya terdapat catatan atau alasan khusus, kenapa diganti.

Pergantian pengurus BUMN tersebut bisa terkait Key Performance Index (KPI) karena tidak mencapai target atau secara operasional menyalahi tata kelola korporasi baik dan bersih (good corporate governance).

Sebelumnya Kementerian BUMN menegaskan para pimpinan BUMN tidak perlu melakukan lobi-lobi untuk mempertahankan jabatan karena yang penting mereka tetap mengedepankan atau memprioritaskan profit perusahaan.

Erick dengan tegas menyampaikan, apabila profit minimal atau bottom line BUMN baik, maka pimpinan BUMN tidak perlu merasa khawatir posisinya terancam.

Dia sempat melontarkan pernyataan keras terkait beberapa eksekutif BUMN yang bergaya hidup mewah, di kala perusahaan BUMN yang dipimpinnya merugi. Jadi, bukan tidak boleh untuk sesuatu yang memang layak didapatkan, namun harus punya hati dan akhlak ketika perusahaannya merugi maka para pimpinan BUMN tersebut juga harus menjalani gaya hidup prihatin atau sederhana. [tar]

Komentar

x