Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 23:43 WIB

BUMN Sebut Dua Pengusaha di Kasus Asabri

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 13 Januari 2020 | 19:32 WIB
BUMN Sebut Dua Pengusaha di Kasus Asabri
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengamini ada dua pengusaha yang memiliki utang di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, dua pengusaha itu antara lain, Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

Namun begitu sayangnya Arya tak menyebut berapa jumlah utang keduanya. Hanya saja, ia meminta agar keduanya segera membayarkan utang atas investasi Asabri di keduanya yang tidak jelas.

"Ada hutang dari yang diakui juga, diharapkan mereka lakukan pembayaran seperti Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Utang-utang investasi di Asabri," kata Arya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Arya mengklaim, apabila keduanya bayar hutang atas investasi itu, maka klaim atas asuransi pensiunan TNI-POLRI bisa dengan mudah dibayar. Meskipun klaim asuransi saat ini tidak ada masalah. Maka dari itu, pihaknya mendesak keduanya segera membayar hutang.

"Kami harapkan kedua orang ini bisa penuhi, mempertanggungjawabkan utangnya supaya bisa bantu Asabri dalam pembenahan,' ujar dia.

Adapun sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD mengungkap, ada dugaan korupsi di Asabri. Bahkan nilai kerugian atas dugaan tindak pidana itu mencapai Rp10 triliun.

Hal ini muncul karena saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang 2019. Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen.

Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp326.

Lalu, saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) yang turun sebesar 92,31 persen ke angka Rp50. Di saham tersebut, Asabri memiliki kepemilikan saham sebanyak 6,61 persen.[jat]

Komentar

x