Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 22:22 WIB

Omnibus Law, Bang Sandi Optimis Ekonomi Indonesia

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:40 WIB
Omnibus Law, Bang Sandi Optimis Ekonomi Indonesia
Pengusaha muda sekaligus mantan cawapres 2019, Sandiaga Salahuddin Uno
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha muda sekaligus mantan cawapres 2019, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku masih optimis terhadap kebangkitan perekonomian Indonesia. Di tengah perkembangan ekonomi global yang semakin tidak pasti.

Kata Bang Sandi, sapaan akrabnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berpeluang besar untuk bertumbuh signifikan, Dalam hal ini, pelaku usaha pun yakin bahwa arah kebijakan ekonomi nasional sudah tepat.

Dirinya sangat mendukung fokus yang diperlihatkan pemerintah di bidang ekonomi, yaitu mereformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi, melalui konsep Omnibus Law. "Konsep Omnibus Law di harapkan mampu mendorong realisasi percepatan investasi. Dengan investasi yang kondusif maka dapat menggerakkan dunia usaha yang secara tidak langsung mampu mendongkrak perekonomi bangsa," ungkap Sandi di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Sebagai tokoh entrepreneur nasional, Sandiaga merasa sangat optimis bahwa percepatan transformasi ekonomi dari pusat produksi ke distribusi akan menggairahkan pelaku usaha kecil menengah. "Sehingga iklim dunia usaha semakin kondusif dan hal ini akan merangsang pelaku usaha untuk lebih berkembang," tandasnya.

Menanggapi skandal Jiwasraya yang tengah marak dipergunjingkan, Sandi mendukung penegakan hukum untuk menuntaskan perkara tersebut. Demi keadilan bagi para nasabah yang jumlahnya sekitar 7 juta orang. Diharapkan pelakunya dihukum berat agar lahir efek jera.

"Perlu ada solusi jangka pendek, dimana di butuhkan campur tangan negara misalnya mengumpulkan seluruh BUMN asuransi untuk membantu menyisihkan sejumlah dana, agar Jiwasraya dapat memenuhi kewajibannya ke seluruh nasabahnya dan tidak menunda permasalahan ini berlarut-larut," pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Dunia sempat merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9% menjadi 2,6%. Sejumlah negara mulai menyiapkan rangkaian kebijakan untuk mencegah dampak perlambatan tersebut berpengaruh terhadap kinerja perekonomian di negaranya, tidak terkecuali Indonesia.

Perlambatan ekonomi global di khawatirkan akan berimbas pada lesunya permintaan ekspor dan investasi Indonesia sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 adalah sebesar 5,3% yang bersumber dari pertumbuhan ekonomi yang menekankan pada sektor konsumsi.

Posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup menggembirakan. Transformasi ekonomi menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. Nilai ekspor produk UKM, yang saat ini hanya 14,5% meningkat menjadi 30% pada 2024.[tar]




Komentar

x